Papers by GUNAWAN TAMBUNSARIBU

Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra dan Bahasa/Dialektika, Dec 31, 2022
Banyak pembelajar pemula yang baru mengenal bahasa asing, sebagian besar bingung dalam mengucapka... more Banyak pembelajar pemula yang baru mengenal bahasa asing, sebagian besar bingung dalam mengucapkan kata-kata dalam bahasa asing tersebut dikarenakan perbedaan kosakata dan pengucapan kosakata bahasa asing tersebut berbeda dengan bahasa ibu atau bahasa nasional para pembelajar. Peneliti ini menggunakan merupakan penelitian pustaka (library research). Data penelitian ini diambil dari daftar kosakata yang salah diucapkan oleh mahasiswa pada saat sedang menjelaskan atau menyampaikan secara lisan tugas mata kuliah 'Speaking' di depan kelas. Penelitian ini mengungkapkan ketidak-konsistenan beberapa huruf hidup (consonant letter) dalam bahasa Inggris. Secara umum, perbedaan bunyi huruf konsonan dibagi menjadi dua, yaitu huruf konsonan bergema (voiced consonant sound) dan huruf konsonan tidak bergema (voiceless consonant sound). Dari data yang di dapatkan, penulis juga menemukan ketidakkonsistenan beberapa huruf konsonan termasuk gabungan dua huruf konsonan. Jenis huruf konsonan yang bunyinya tidak konsisten, yang ditemukan di dalam data penelitian ini, adalah huruf c, g, dan y, sedangkan gabungan dua huruf konsonan yang yang tidak konsisten bunyinya adalah huruf sh, ch, dan th. Penulis berharap agar hasil penelitian ini dapat berguna bagi siapapun yang ingin mempelajari tentang bunyi bahasa Inggris khususnya bunyi huruf-huruf yang memiliki bunyi yang tidak menetap (inconsistent) khususnya ketidak-konsistenan bunyi dari huruf-huruf konsonan bahasa Inggris. Kata kunci: huruf konsonan, pelafalan bahasa Inggris, kosakata, ketidak-konsistenan bunyi Abstract Many English learners are still confused about pronouncing some English words due the to different sounds between English and their mother language. The English pronunciation is very different from their mother tongue or their national language. In this research, the researcher uses library research. The data of this research was taken from a list of English words that were incorrectly pronounced by college students when delivering materialfront frnt of the class using English. This study reveals that tare here many kinds of inconsintencies of some English consonant letters. In general, the consonant sound is divided into two parts, namely the voiced consonant sound and the voiceless consonant sound. From the data gained, the researcher foundtypeseral type of inconsistencies that several consonant letters have including the sounds resulted by a combination of two consonant letters. The inconsistency types of the consonant letters' sounds are 1) the inconsistency sound of letter c, 2) the inconsistency sound of letter g, 3) the inconsistency sound of letter y, and 4) the inconsistency sound of combination of two consonant letters namely consonant sh, ch, and th. The author hopes that the results of this research can be useful for anyone who wants to learn about the the different sounds that an English consonant letter has. This research result can be also used by any English learners to develop their English-speaking skills.

Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra dan Bahasa/Dialektika, Jul 29, 2023
Kehadiran aplikasi aplikasi hasil kecerdasan buatan (artificial inteligence) di jaman sekarang ti... more Kehadiran aplikasi aplikasi hasil kecerdasan buatan (artificial inteligence) di jaman sekarang tidak akan bisa kita hindari. Dalam keseharian kita saat ini, kecerdasan buatan sangat membantu kita dalam menyelesaikan pekerjaan kita. Penelitian ini membahas tentang jenis kekurangan yang dimiliki oleh aplikasi Grammarly sebagai mesin pemeriksa kesalahan tulisan dalam sebuah naskah. Penelitian ini juga memberikan informasi mengenai langkah-langkah atau solusi yang dilakukan manusia, sebagai penulis, untuk mengatasi kekurangan yang dimiliki oleh aplikasi Grammarly. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Data dalam penelitian kualitatif berupa kata, frasa, klausa dan kalimat dalam tulisan ilmiah mahasiswa di jurusan Sastra Inggris, Universitas Kristen Indonesia. Analisis data didapatkan oleh peneliti dari hasil observasi peneliti terhadap uji coba penggunaan aplikasi Grammarly. Peneliti melakukan teknik analisis konten. Dalam hal ini peneliti menjelaskan setiap jenis contoh kesalahan penulisan yang dideteksi oleh Grammarly serta penjelasan mengenai langkah-langkah yang dilakukan peneliti dalam memperbaiki kesalahan tersebut. Dari penelitian ini dapat ditemukan bahwa ada beberapa kesalahan penulisan yang bisa dideteksi oleh aplikasi Grammarly yaitu: a. pengetikan huruf (typo); b. kekosongan tanda baca; c. pillihan kata tidak tepat; d. spasi tidak tepat atau berlebihan; e. kalimat bermakna tidak jelas atau ambigu; f. kalimat berstruktur tidak lengkap. Dari temuan ini, penulis menyimpulkan bahwa secanggih teknologi kecerdasan buatan manusia (artificial intelligence), manusia yang akan selalu melakukan penyempurnaan secara manual. Penulis berharap bahwa penelitian dengan topik pembahasan mesin pemeriksa kesalahan penulisan bisa dilanjutkan di kemudian hari oleh peneliti lainnya agar dapat memberikan perbandingan kualitas antara beberapa aplikasi sehingga memberikan banyak pilihan kepada penulis untuk memeriksa kesalahan dalamnaskah tulisannya.
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra dan Bahasa/Dialektika, Dec 31, 2023
Penelitian ini menunjukkan bahwa hanya ada tiga dari tujuh strategi penerjemahan metafora yang di... more Penelitian ini menunjukkan bahwa hanya ada tiga dari tujuh strategi penerjemahan metafora yang digunakan oleh penerjemah dan mesin penerjemah YouTube. Keduanya sama-sama menggunakan strategi penerjemahan reproducing the same image in the TL, replacing the image in the SL with a standard TL image, dan deletion. Penerjemah manusia menggunakan strategi reproducing the same image in the TL sebanyak sepuluh kali; menggunakan strategi replacing the image in the SL with a standard TL image sebanyak lima kali, dan menggunakan strategi deletion sekali. YouTube menggunakan reproducing the same image in the TL sebanyak 13 kali dan strategi replacing the image in the SL with a standard TL image sebanyak tiga kali.
Jurnal Abdi Insani, Nov 12, 2023
under the CC-BY-SA license.

This research is an annotated translation which is entitled An Annotated Translation of Sharon M ... more This research is an annotated translation which is entitled An Annotated Translation of Sharon M Draper's Out of My Mind. The object of the research is an English novel titled Out of My Mind. The purposes of this research are: 1) to attain factual information concerning the problems faced by the translator/researcher in translating the source text and 2) to give plausible solutions to the difficulties he encountered. In conducting this annotated translation research, the researcher employed the introspective and retrospective method. There are 25 aspects of language that analyzed by the researcher. Those difficulties were at the same time problems for the researcher. To solve the difficulties, the researcher employed some strategies such as direct translation, descriptive translation, naturalization, paraphrasing, explicitation, implication, cultural filtering, loan word, shift and many more. The researcher identified 100 items of data and annotated 25 items and the result and analysis revealed that there were 11 out of 25 data using syntactic strategy, 9 data out of 25 using pragmatic strategy, and 5 out of 25 data using semantic strategy. From twenty-five data he analyzed, the translator found that his translation contains 7 out of 25 data using form principle; 7 out of 25 data using meaning principle; 6 out of 25 data using idiom principle; and 5 out of 25 data using source language influence principle.

Jurnal Abdi Insani
Program Kampus Mengajar memiliki tujuan untuk membantu sekolah dalam menghadapi setiap kendala da... more Program Kampus Mengajar memiliki tujuan untuk membantu sekolah dalam menghadapi setiap kendala dan kesulitannya, baik dalam sistem pengajaran, administrasi maupun adaptasi teknologi. Tujuan penelitian ini ada dua hal, yaitu 1) untuk mengetahui jenis-jenis permasalahan yang para mahasiswa hadapi pada saat melaksanan program Kampus Mengajar di sekolah sasaran, dan 2) untuk mengetahui langkah-langkah yang dilakukan oleh para mahasiswa sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi pada saat melaksanan program Kampus Mengajar di sekolah sasaran. Ruang lingkup penelitian ini hanya terbatas pada satu sekolah sasaran dari program Kampus Mengajar Angkatan IV. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data penelitian didapatkan menggunakan metode wawancara dan catatan lapangan. Responden berjumlah enam orang mahasiswa dari perguruan tinggi yang berbeda di Jakarta. Penelitian ini menemukan tiga kategori masalah yang dihadapi mahasiswa di sekolah sasaran yaitu: 1)...
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra dan Bahasa, Jun 28, 2022

Prosiding Konferensi Berbahasa Indonesia Universitas Indraprasta PGRI
Penelitian ini mendiskusikan daftar kata-kata kasar yang sering diucapkan oleh anak-anak remaja, ... more Penelitian ini mendiskusikan daftar kata-kata kasar yang sering diucapkan oleh anak-anak remaja, respon para orangtua, dan contoh masalah yang dialami para remaja yang sering berkata kasar dalam kehidupannya sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pemilihan responden dengan teknik snowball. Peneliti mengumpulkan data dengan cara oberservasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan metode analisis tematik untuk menganalisis data. Penelitian ini menemukan fakta bahwa remaja yang sering mengucapkan kata kasar sering tidak mendapatkan teguran dari orangtuanya. Remaja yang sering mengucapkan kata kasar mayoritas memiliki sifat temperamental. Remaja terbiasa menggunakan kata-kata kasar karena orangtua serta teman-teman dekatnya sering mengucapakan kata-kata tersebut. Kata-kata kasar yang anak sering ucapkan sering menjadi awal pertengkaran si anak dengan teman-temannya serta dengan orang lain di lingkungan sekitarnya. Penelitian ini sangat dianjurkan untuk dibaca oleh semua kalangan khususnya para orangtua. Peranan orangtua sangat besar dalam mendidik anak-anak mereka dari sejak dini untuk bersopan santun dalam bertutur kata.

DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA
Abstrak Dalam proses mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia sampai sekarang... more Abstrak Dalam proses mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia sampai sekarang masih tetap menjadi momok bagi sebagian besar pelajar di Indonesia. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan para pelajar dalam proses pembelajaran bahasa Inggris. Diharapkan bahwa hasil penelitian ini berguna bagi para pengajar bahasa Inggris untuk menemukan solusi untuk menangani kesulitan-kesulitan yang dialami para pelajar bahasa Inggris. Ada tiga (3) jenis masalah dalam penelitian ini, yaitu 1) Materi pelajaran manakah yang menjadi kesulitan utama para mahasiswa selama proses pembelajaran bahasa Inggris semenjak mereka belajar belajar bahasa Inggris?; 2) Faktor apa sajakah yang menyebabkan mahasiswa merasa sulit dalam mempelajari bahasa Inggris sampai saat ini?; dan 3) Adakah pengalaman buruk yang mereka dapatkan dari pengajar bahasa Inggris sehingga mereka mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran bahasa Inggris? Metode yang dipakai oleh peneliti dalam penel...

DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA
Young people today tend to use informal language in communicating orally and in writing, in expre... more Young people today tend to use informal language in communicating orally and in writing, in expressing themselves in front of their community or friends, but at the same time they will change their use of language into formal language when they interact with people whose position or position is above them, whether they realize it or not. The use of informal language in expressing themselves by young people is called "code-meshing", the change in the language used is called "code-switching". This research is qualitative research that uses "screenshot chat" of these students in their "WhatsApp" group and also in a private "chat" with researchers as research data, which later be classified as "code-switching" and also how they express themselves by using informal language which will later be classified as "code-meshing". The code-switching action taken is based on the understanding of the language that these students...

Pronunciation Problems Faced by Indonesian College Students Who Learn to Speak English
European Journal of Molecular & Clinical Medicine, Feb 4, 2021
Many researches about English language have been conducted by many researchers related to pronunc... more Many researches about English language have been conducted by many researchers related to pronunciation errors by English learners around the world. This research investigates the errors of English pronunciation made by Indonesian college students in Indonesia. This research uses qualitative method with purposive sampling data. Data have been collected from 50 students of Gunadarma University, Jakarta. In collecting data, the researcher typed the mispronunciation words as well as recorded their voice while they were speaking in front of the class. It is found that: 1) English language has many different sounds for a vowel letter (for example: letter 'a' pronounced as [ae], [ɒ], [ə], etc.); 2) Indonesian language does not have silent-consonant and silentvowel letters (for example: silent g, h, k, and e); 3) The plosive consonant letters are not pronounced clearly in Bahasa Indonesia such the word tidak, bebek and sebab, etc. Thus, the Indonesian students have problems the English words such as think, philosophy, psychology, bright, etc. In conclusion, many college students in Indonesia are confused to pronounce some English words because they have such inconsistency sounds for vowel letters, vowel-letter combination, silent letters and the sounds of two or three combination of consonant letters. This research is hoped to be very helpful for English teachers especially for teaching TEFL (Teaching English as a Foreign Language) to help their students increasing their understanding as well as their pronunciation skills in speaking English. This research may be helpful for English teachers who want to design some teaching methods to overcome the English pronunciation problems faced by college students in Indonesia.
Say It - Keunikan Bunyi Bahasa Inggris
Deepublish eBooks, 2019

A Neuroscience Implementation in Learning English tobe for English Learners in Indonesia
VISIONER, Jun 2, 2019
As a lecturer who teaches English grammar every first and second semester to college students in ... more As a lecturer who teaches English grammar every first and second semester to college students in campus, the researcher found out that most of the students, who have studied English since they were in the Primary School, didn’t understand how to use English tobe such as is, am, are, was, were, etc. As the researcher asked them, they said that English was so difficult to understand especially the when they learned about English Tenses. Most of them said that they were only told to memorize the English verbs especially the Irregular verbs and then they were asked to make sentences using those words. They also said that most of their English teachers when they were at schools seldom spoke English actively in the classroom. That was why their pronunciations in speaking English words were still passive. They were still shame to talk in English when the reseacher asked them to use English actively in his English class. The reseacher focuses to discuss some strategies in learning English tenses effectively tenses especially the usage of English tobe and the three simple tense namely simple present, simple pasts, and simple future tense. Key words: English ‘tobe’; Non-verb Sentence; Simple Present Tense; Simple Past Tense; Simple Future Tense.

Ketepatan Terjemahan Kolokasi Bahasa Inggris Ke Dalam Bahasa Indonesia Menggunakan Google Translate
Fakultas Sastra Universitas Kristen Indonesia, 2016
Google Translate adalah perangkat di internet yang dapat digunakan untuk menerjemahkan pesan dari... more Google Translate adalah perangkat di internet yang dapat digunakan untuk menerjemahkan pesan dari satu bahasa ke bahasa lain. Google Translate disediakan pengguna internet untuk membantu mereka menerjemahkan pesan dari teks bahasa sumber (Source Language Text/SLT) ke dalam teks bahasa sasaran (Target Language Text/TLT). Kolokasi adalah kombinasi dari kata-kata yang mungkin memiliki perintah atau urutan yang berbeda antara teks bahasa sumber (SLT) dan teks bahasa sasaran (TLT). Akibatnya, kesalahan mungkin terjadi dalam terjemahan yang dilakukan oleh aplikasi Google Translate. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menggambarkan seberapa akurat hasil Google Translate, dan 2) menggambarkan jenis kesalahan dalam terjemahan yang dihasilkan oleh Google Translate. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Data penelitian terdiri dari kata-kata atau bukan hasil terjemahan data yang numerik. Sumber data penelitian ini adalah Kamus BBI Bahasa Inggris Kata Kombinasi. Jumlah kolokasi dipilih sengaja dijadikan sampel penelitian ini adalah 2.000. Kolokasi bahasa Inggris yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan Google Translate. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjemahan bahasa Inggris kolokasi yang dibuat oleh Google Translate tidak baik. Selain itu, ada 85% terjemahan yang salah yang dibuat oleh Google dari 2.000 kolokasi dan hanya 15% yang diterjemahkan dengan benar. Jenis-jenis kesalahan yang dibuat oleh Google Translate termasuk kesalahan kata demi kata terjemahan, urutan kata kesalahan, idiom / kesalahan terjemahan figuratif, jargon kesalahan terjemahan, kesalahan transferensi langsung, kesalahan terjemahan budaya, dan kesalahan terjemahan homonimi. Akibatnya, terjemahan yang dibuat oleh Google masih perlu editing untuk mendapatkan setara alam terdekat terjemahan. Memang, Google Translate perlu perbaikan agar lebih dapat diandalkan sebagai perangkat terjemahan dalam menerjemahkan segala jenis bahasa.
Mata Kuliah : Bahasa Inggris Kelas C
UKI, 2021

Analysis of Translation Shift in a Novel (English-Indonesian Translation)
This research aims to find out the class shift and structure shift in the simple sentences of Tur... more This research aims to find out the class shift and structure shift in the simple sentences of Turtles All The Way Down novel by John Green (2018) and the translation into Bahasa Indonesia by Prisca Primasari (Penerbit Qanita, 2018). This research uses the theory of translation shift by Catford and equivalence by Nida. Catford divided translation shift into two, and they are level shift and category shift. Category shift is divided into four: structure shift, class shift, unit shift, and intra- system shift. From those kinds of translation shifts, the writer chose two types of translation shifts: class shift and structure shift. According to Nida, there are two types of equivalence; they are formal equivalence and dynamic equivalence. After analyzing all data that has been collected by using those two theories which have been mentioned above, the writer finds out nine kinds of class shift which occur. They are pronoun to the noun, adverb to the adjective, the preposition to the verb, verb to an adverb, verb to pronoun, noun to adjective, adjective to the verb, the verb to the adjective, and adverb to verb. Other than that, for structure shift, the writer finds out that word order changes, extra word added, and removal of some sentence elements in the simple sentences. The structure shift and class shift done by the translator show that each simple sentence with structure shift and class shift in the novel has one of two types of equivalence based on Nida’s theory. Keyword: Translation, class shift, structure shift, translation shift, equivalence.
Mata Kuliah : Bahasa Inggris MKU

Analisis Terjemahan “Tobe”Dalam Kalimat Pasif Bahasa Inggris Ke BahasaIndonesia: Grammar In Translation
UKI Press eBooks, 2020
In translating English “to be” into Bahasa Indonesia requires precision and must be adjusted to t... more In translating English “to be” into Bahasa Indonesia requires precision and must be adjusted to the subject of a sentence and also related to the tense of the action. The goals of this study are 1) to know the types of errors found out in the translation of passive sentences of English into Bahasa Indonesia made by the students; 2) to find out the translation strategies used by students who made some erros in the translation of English “to be” in English passive sentences into Bahasa Indonesia, and 3) to find out the impacts of translation error toward the language function. The research uses a qualitative method with a descriptive approach. The respondents of this research are thirty (30) students who have studied translation course in the first semester at Gunadarma University. This research found out that as many as 20% of the students/respondents used modulation strategy, i.e passive sentence changes to active. The strategies they have used cause errors in their translation results. The errors occurred because the translators, who are the native speakers of Bahasa Indonesia, do not understand well the function of English "to be" which is followed directly by verb-III form. The impact of the syntax error, Global Error (significant communication disorder), can cause the messages contained in the SLT (Source Language Text) are not conveyed successfully into the TLT (Target Language Text). Thus, the readers of the TLT will get the wrong information. Keywords: English “tobe”, translation strategies, translation errors, English passive sentences.
A Descriptive Analysis of the Translation of English Auxiliary Verbs into the Indonesian Language

Prosiding Seminar Nasional Penelitian LPPM UMJ, Dec 3, 2020
Penggunaan bahasa yang baik tentunya mencerminkan karakter dan sikap yang baik dari pengguna baha... more Penggunaan bahasa yang baik tentunya mencerminkan karakter dan sikap yang baik dari pengguna bahasa itu sendiri. Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa formal dan baku. Para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang sedang duduk di bangku perkualiahan seringkali menggunakan bahasa Indonesia yang tidak baku atau dalam hal ini sering dikaitkan dengan bahasa gaul. Dalam tulisan ini, yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah 1) Seperti apakah contoh penggunaan bahasa gaul oleh para mahasiswa di dalam kelas dan di lingkungan kampus saat ini? dan; 2) Bagaimana pengaruh budaya berbahasa non-baku oleh mahasiswa terhadapa keberadaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan? Peneliti menggunakan metode deskriptif yakni menjelaskan hasil temuan penelitian dengan cara memberikan penjelasan dalam bentuk kata-kata. Pemilihan data diambil secara purposive sampling. Tujuan Penelitian adalah agar para orangtua dan khususnya tenaga pendidik (dosen) dalam kegiatan perkuliahan di dalam kelas selalu menggiatkan dan mengharuskan mahasiswa menggunakan bahasa Indonesia yang resmi (baku) agar nantinya tetap menjadi generasi yang menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di negara Indonesia yang berdaulat.
Uploads
Papers by GUNAWAN TAMBUNSARIBU