Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kekuatan pela batu karang sebagai dasar solidaritas a... more Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kekuatan pela batu karang sebagai dasar solidaritas antara negeri Kristen Kilang dan negeri Muslim Werinama.Tujuan tersebut untuk menjawab rumusan masalah yaitu mengapa pela batu karang dapat menjadi kekuatan solidaritas antara negeri Kristen Kilang dan negeri Muslim Werinama?. Solidaritas yang dipakai ialah solidaritas menurut Emile Durkheim, dengan bentuk solidaritas mekanik. Sehingga penulis melihat pela batu karang dalam pandangan yang berbeda yaitu sebagai kekuatan Solidaritas Salam dan Sarani. Metode yang dipakai dalam melakukan penelitian ini ialah metode deskriptif-kualitatif. Penulis menggunakan metode deskriptif-kualitatif, dengan tujuan untuk menggambarkan atau melukiskan secara sistematis, fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Penulis mendapatkan informasi melalui wawancara dengan beberapa informan kunci yakni, ketua adat, saniri negeri, beberapa anggota masyarakat yang pernah terlibat langsung...
Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji Tamo sebagai model pendampingan pastoral. Tamo merupakan kue... more Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji Tamo sebagai model pendampingan pastoral. Tamo merupakan kue adat warisan leluhur kepada masyarakat Sangihe. Tamo dimaknai dengan kesadaran terhadap hubungan spiritual masyarakat dengan I Ghenggona Langi. Hubungan spiritual ini juga yang mendasari setiap nilai etis dan spiritual untuk membangun kehidupan bersama yang rukun, damai dan harmonis antara manusia dengan sesama, serta alam semesta. Dalam ritual Tulude, Tamo dihadirkan sebagai kue adat yang memiliki nilai kolektifitas sosial bagi masyarakat. Kue yang dijadikan simbol bahwa hidup yang baik dalam kebersamaan harus tetap dijaga dan dilestarikan. Dalam tulisan ini, penulis memakai metode deskriptif-analitis, dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi serta kajian literatur. Tulisan ini memakai teori pendampingan pastoral holistik berbasis budaya. Teori ini membangun paradigma baru untuk melakukan pendampingan pastoral sesuai dengan konteks masyarakat dan memand...
This article addresses Pancasila as a text of interfaith dialogue in Indonesian context. The plur... more This article addresses Pancasila as a text of interfaith dialogue in Indonesian context. The plurality of Indonesian society bears religious uniqueness in social life together, while conflicts may take place between religious groups. Religious conflicts are caused by attitude of exclusivism, radicalism, fundamentalism of religions and political identity. Pancasila can hold the sense collectivity among Indonesian society to be united. This article employs Gadamer hermeneutic theory in viewing historical texts. History is not something that only happened in the past and is interrupted with the present contexts. The theory of global ethics-Hans Kung, also helps the importance of dialogue with the religious communities to create religious peace. The article concludes that plural and multicultural society must live together in a dialogue circle. Pancasila as the text of interfaith dialogue is always understood as dynamic, open and relevant in the development of religious society in Indon...
Uploads
Papers by Angel Latuheru