Papers by Prasanto Bimantio

Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati, 2024
Prambanan Biodiversity Park (TKP), situated in Kemudo, Klaten, Central Java, is an important natu... more Prambanan Biodiversity Park (TKP), situated in Kemudo, Klaten, Central Java, is an important natural reserve dedicated for preservation of local biodiversity and environmental protection by PT.Sarihusada Generasi Mahardhika. This research investigates the park's potential in providing food resources and supporting agricultural practices for nearby communities. Assessment of plant species is conducted to evaluate the park's biodiversity, including surveys, species identification, mapping. The collected data provides an overview of the park's biodiversity and serves as a baseline for further analysis. The analysis focuses on identifying plant species within the park that hold potential value for food resources and agriculture. This includes studying ecological relationships between species and plants that contribute to pest control in agricultural systems. To understand the local community's perspectives and practices related to food and agriculture, interviews, focus group discussions are conducted, exploring their traditional knowledge and utilization of biodiversity for sustenance and farming. The research finds several potential benefits of utilizing TKP for food resources and agriculture. The diverse flora of the park offers a variety of edible plants, such as Moringa oleifera and fruit-based species, which can enhance local diets and provide nutritional diversity. Furthermore, traditional plants like mojo hold potential as natural pesticides, contributing to pest control in agricultural fields. Integration of biodiversity into local food systems may require capacity building and awareness programs to promote sustainable harvesting and cultivation practices. The research recommends the development of conservation strategies and policies focused on sustainable practices, community participation, and educational initiatives to maximize the potential benefits for local food security and agriculture. This research drive conservation strategies that protect biodiversity and enhance the well-being of the local community. TKP emerges as an invaluable resource capable of supplying essential food provisions and supporting eco-friendly agricultural practices for neighboring communities, thereby emphasizing the criticality of interweaving biodiversity preservation within the framework of local food systems.

Abdimasku, 2024
Sungai merupakan ekosistem air penting untuk keseimbangan alam dan kehidupan manusia, namun serin... more Sungai merupakan ekosistem air penting untuk keseimbangan alam dan kehidupan manusia, namun sering tercemar oleh aktivitas manusia. Pemantauan kualitas sungai penting untuk menjaga dan mengelola sungai secara berkelanjutan. Salah satu metode efektif adalah biomonitoring, menggunakan organisme hidup sebagai indikator biologis untuk memahami kualitas sungai. Organisme hidup memiliki keterkaitan kompleks dengan lingkungan, memberikan gambaran holistik tentang kualitas sungai. Ini adalah alternatif hemat biaya untuk pemantauan yang hanya mengandalkan analisis kimia. Metode biomonitoring sungai menggunakan indikator biota menawarkan beberapa keunggulan, termasuk integrasi efek berbagai parameter lingkungan, biaya rendah, dan partisipasi masyarakat. Organisme seperti makroinvertebrata, ikan, dan mikroorganisme dapat digunakan sebagai indikator. Hasil biomonitoring memberikan pemahaman kualitas air, mendeteksi pencemaran, mendukung kebijakan, dan membangun kesadaran lingkungan. Sungai Pusur di Kabupaten Klaten adalah contoh sungai yang memerlukan pemantauan kualitas untuk menjaga ekosistem dan kesejahteraan masyarakat. Workshop dan edukasi biotilik merupakan langkah awal dalam mempersiapkan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk pemantauan sungai. Hasilnya diinterpretasikan untuk mengidentifikasi masalah dan tindakan perbaikan. Kegiatan berkelanjutan dilakukan dengan eksplorasi sungai oleh masyarakat lokal, komunitas peduli sungai, dan mahasiswa. Harapan kedepan adalah meningkatknya partisipasi, kolaborasi, edukasi berkelanjutan, teknologi, dan pemahaman yang lebih dalam. Kegiatan ini mendukung pelestarian Sungai Pusur dan ekosistemnya, serta memberikan manfaat bagi masyarakat lokal dan lingkungan.

Jurnal Hutan Tropika, 2023
Biological assessment has become one of the options in determining river quality, particularly co... more Biological assessment has become one of the options in determining river quality, particularly concerning river health. Biological assessment indicators use aquatic macroinvertebrates, with the research location in the Pusur River, located in the Boyolali and Klaten Regencies, Central Java Province, Indonesia. The use of macroinvertebrates as indicators is due to their high sensitivity to water quality changes, including the EPT group (Ephemeroptera, Plecoptera, and Trichoptera). River pollution sources affect the presence of EPT, and there are macroinvertebrates that are adaptive to pollution. This study was conducted at three monitoring stations located along the Pusur River: upstream, middle, and downstream. Each station had six sampling repetitions, followed by the calculation of the macroinvertebrate assessment index values. The study results showed that at the upstream station, the index value was 2.11, indicating moderate pollution; at the middle station, the index value was 2.40, also indicating moderate pollution, and at the downstream station, the index was 2.35, indicating moderate pollution. These results indicate that the pollution in the river begins in the upstream area, where the pollution originates from the disposal of cow dung directly into the river. In the middle and downstream areas, the pollution is caused by the disposal of household waste, as well as the use of pesticides and chemical fertilizers in the agricultural ecosystem.

Agroforetech, 2023
Penelitian ini berisi tentang kajian perlakuan lama perendaman dan ukuran potongan buah terhadap ... more Penelitian ini berisi tentang kajian perlakuan lama perendaman dan ukuran potongan buah terhadap karakteristik minuman pineapple infused tea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu perendaman dan mengetahui ukuran potongan buah yang paling baik dan sesuai dengan karakteristik pineapple infused tea yang disukai konsumen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Blok Lengkap (RBL) 2 faktor. Faktor pertama adalah lama waktu perendaman (A) dengan 3 taraf yaitu (A1= 3 jam), (A2= 6 jam), (A3= 9 jam). Faktor kedua adalah ukuran potongan buah nanas dengan 3 taraf yaitu (B1= 0,5 x 0,5 x 0,5 cm), (B2= 1 x 1 x 1 cm), (B3= 1,5 x 1,5 x 1,5 cm). Dari hasil minuman pineapple infused tea kemudian diamati tingkat kesukaan aroma, warna, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata pada kesukaan aroma dan warna dengan nilai tertinggi masingmasing 4,90 (agak suka) dan 5,23 (agak suka), sedangkan pada kesukaan aroma tidak menunjukkan beda nyata. Kata Kunci: pineapple infused tea, organoleptik, lama perendaman, ukuran potongan buah

Agroforetech, 2023
Bata beton (paving block) adalah suatu bahan bangunan dibuat dari campuran semen pasir dan air, b... more Bata beton (paving block) adalah suatu bahan bangunan dibuat dari campuran semen pasir dan air, beserta bahan lainya tetapi tidak mengurangi mutu pada beton itu sendiri. Keuntungan Dario penggunaan paving block yaitu dapat menyerap air pada permukaan sehingga dapat mengurangi genangan airdan dapat menjaga keseimbangan air tanah. Cangkang kelapa sawit merupakan limbah dari pengolahan minyak kelapa sawit yang cukup besar, yaitu mencapai 60% dari produksi minyak, cangkang kelapa sawit biasanya digunakan menjadi bahan bakar pada boiler di pabrik kelapa sawit. Abu hasil pembakaran cangkang pada boiler biasanya tidak digunakan dan biasanya hanya di gunakan sebagai pengeras jalan saja. Cangkang kelapa sawit mengandung unsur yang jika dicampurkan pada beton dapat mempengaruhi pada tingkat kekutan pada beton. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mempelajari, kuat tekan, kuat lentur dan untuk mengetahui tingkat penyerapan kadar air pada paving blok tersebut serta untuk menentukan kombinasi antara semen, pasir, air, dan cangkang kelapa sawit untuk menghasilkan paving block dengan kualitas terbaik, serta mengetahui seberapa besar pengaruh cangkang kelapa sawit terhadap karateristik paving block. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Blok Lengkap (RBL) dengan 2 faktor. Faktor pertama perbandingan semen, pasir dan cangkang kelapa sawit dengan tiga taraf yaitu F1 = 500 gr : 400 gr : 100 gr, F2 = 500 gr : 250 gr : 250 gr, dan F3 = 500 gr : 100 gr : 400 gr. Faktor kedua, penambahan abu cangkang kelapa sawit dengan ukuran partikel yang berbeda yaitu G1 = 20 mesh, G2 = 40 mesh dan G3 = 60 mesh Kemudian dilakukan pengujian kuat tekan, kuat lentur, d ensitas air, dan penyerapan air. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin tinggi konsentrasi abu cangkang kelapa sawit dan ukuran partikel abu cangkang kelapa sawit maka tidak berpengaruh nyata terhadap uji kuat tekan, uji kuat lentur, uji densitas air, dan uji penyerapan air. Didapatkan kombinasi sampel terbaik pada masing masing parameter pada uji kuat tekan diperlakuan F1G2 mendapat nilai dengan rata rata 4,350 MPa, uji kuat lentur diperlakuan F2G2 mendapat nilai rata rata 0,430 MPa, uji densitas air diperlakuan F2G2 mendapat nilai rata rata 1,565 gr/cm 3 , uji penyerapan air perlakuan F2G2 dikarenakan pada uji ini mendapat rata-rata 4,035%.

Jurnal Penelitian Kelapa Sawit, 2023
One of the biggest wastes produced by palm oil mills and their limited use of fuel is palm serat.... more One of the biggest wastes produced by palm oil mills and their limited use of fuel is palm serat. This waste can be used as a fiberglass composite material. The purpose of this study is to analyze the influence of variations in palm serat and catalysts (mepoxe) on the quality of composites, and analyze the compositions that can produce the best product quality. This study used a complete block design (RBL) with 2 factors. The first factor is the use of catalysts including A1:0.5%, A2:0.75%, and A3:1% and the second factor is the addition of palm serat including B1:7.5%, B2:10%, and B3:12.5 %. The best results were found in the composition of 1% catalyst and 10% palm serat (A3B2 sample) with a thickness of 4.61 mm, a waterproof value of 0.0019 gram, a porosity value of 2.51% which met SNI No.03-1027-1995 and a maximum bending test (fM) of 7.07 MPa / mm and a bending break (fB) of 6.62 MPa / mm so that the sample had better flexibility among other samples but, compared to the control sample, are still relatively weak. The best results for the strongest sample were obtained at the composition of 1% catalyst and 10% palm serat (A3B3 sample) with a thickness of 5.37 mm, a waterproof value of 0.0027 grams, a porosity value of 2.79%, and a load strength of 208.7929 N.

Proceedings of the International Conference On Multidisciplinary Studies , 2023
The existence of the initiation of the construction of a biodiversity park is a form of the compa... more The existence of the initiation of the construction of a biodiversity park is a form of the company's concern for the balance of the ecosystem, one of which is related to maintaining biodiversity. This research has the benefit of obtaining baseline data or basic data as a basis for measuring the success or impact of the biodiversity park and biodiversity protection program that will be implemented by the company. Vegetation data was collected using the census method by recording all the trees found in the biodiversity park. Exploration results in the inner area that is integrated with the factory area show that the internal area has been arranged and planted with many shade plants and ornamental plants. The result of internal area identification shows that there are 40 species of flora spread in 681 vegetation. The types of species that exist have been arranged neatly and in groups and formed in one interpretation path that has been formed as an integrated path with factory visits. As for the outdoor area, some areas have been planted with perennials and some areas are still covered with grass. The topography is also not in the form of an expanse because some points are still adjacent to the residents' agricultural land. The results of the identification of the outer area show that there are 23 species of flora scattered in 251 vegetation. Prambanan biodiversity has 50 types of flora spread over 902 individuals. From the results of the calculation of the Diversity Index, it is obtained that H' = 2.70 (medium level), the Species Evenness index of E' = 0.69 (fairly evenly distributed), and the Margalef wealth index shows the value of R = 7.20 (high wealth). The iconic flora are plants that function as carbon sinks in the factory area, namely the king palm (Roystonea regia) and glodokan (Longifrom monoon). Monitoring and evaluation need to be carried out regularly to determine the growth and development of the impacts of the planted vegetation. One of the monitoring steps is to use a digital application platform.

Agroforetech, 2023
Penelitian ini tentang minuman funsgsional yang berbahan dasar cascara dengan penambahan bubuk ka... more Penelitian ini tentang minuman funsgsional yang berbahan dasar cascara dengan penambahan bubuk kayu manis. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perbandingan kulit buah kopi dengan air serta pengaruh penambahan bubuk kayu manis terhadap sifat fisik dan kimia. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Blok Lengkap (RBL) 2 faktor yaitu variasi perbandingan Cascara dan Air. Faktor A yaitu variasi Cascara dengan 3 taraf yaitu A1 = 200 g, A2 = 300 g, A3 = 400 g dan faktor B yaitu penambahan kayu manis dengan 3 taraf yaitu B1 = 2%, B2 = 4%, B3 = 8%. Analisis yang dilakukan adalah aktivitas antioksidan, phenol, pH, total padatan terlarut, total dan uji 0rganoleptik. Hasil penelitian ini menunjukan Variasi air dengan teh cascara berpengaruh nyata terhadap uji antioksidan, pH , total padatan terlarut, ,uji kesukaan warna dan rasa, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap uji total asam, fenol dan uji kesukaan Aroma. Sedangkan variasi cascara penambahan kayu manis berpengaruh nyata terhadap uji fenol, pH, dan uji total padatan terlarut, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan, total asam, dan uji kesukaan aroma. Berdasarkan uji kesukaan organoleptik, perlakuan yang paling di sukai penelis adalah perlakuan cascara 400 g dengan penambahan bubuk kayu manis 8%, dengan nilah keseluruhan 5,35 (agak suka).

Biofoodtech: Journal of Bioenergy and Food Technology., 2023
Gummy candy is a soft candy made with components such as gum, pectin, starch, carrageenan and gel... more Gummy candy is a soft candy made with components such as gum, pectin, starch, carrageenan and gelatin. This research aims to determine the characteristics of gummy candy from the formulations of temumangga and jackfruit juice and using various concentrations of gelatin and determine the most preferred results for the gelatin concentration in making temumangga jelly candy with the addition of jackfruit juice. The experimental design used RBL (Complete Block Design) with 2 factors, factor I: concentration of temumangga extract and jackfruit juice (A1= 80 ml: 20 ml, A2= 60 ml: 40 ml, A3= 50 ml: 50 ml) and factors II gelatin concentration (B1= 5%, B2= 10%, B3= 15%). The parameters tested were physical texture analysis tests, gel strength, chemical tests for water content, ash content, coliform and organoleptic tests. The research results showed that the parameters of water content, ash content, reducing sugar and coliforms met SNI (No.3547-02-2008). The concentration of temumangga and jackfruit has a significant effect on water content, ash content, reducing sugar, coliforms, gel strength, texture hardness, texture cohesiveness, texture stickiness, organoleptics (color, taste, texture). Meanwhile, the concentration of gelatin has a significant effect on water content, ash content, reducing sugar, coliforms, texture hardness, gummy texture, texture cohesiveness, stickiness texture, organoleptics (aroma, texture,). The best gelatin concentration for color is 10% treated gelatin with a rating of 5.35 (Agak Suka). The best gelatin concentration for aroma is 15% treated gelatin with a rating of 5.00 (Agak Suka). The best gelatin concentration for taste is 15% treated gelatin with a rating of 5.33 (Agak Suka). The best gelatin concentration for texture is 15% treated gelatin with a rating of 4.85 (Netral).

Agrisocionomics, 2023
The demand for Indonesian essential oils in the global market has trended quite well in the past ... more The demand for Indonesian essential oils in the global market has trended quite well in the past decade. However, there has been no significant effort to increase the competitiveness of Indonesian essential oils in the global market. Seeing the increasing demand for Indonesian essential oils and the competition between the fierce producing countries, it shows that Indonesian essential oils have the potential to be developed, especially by looking at Indonesia's position which is in the 6th order as the world's essential oil exporter in the last ten years (2011-2020). The purpose of this study is to determine the competitive position of Indonesia's essential oil exports in the international market using a comparative advantage approach and competitive advantage with the five main export destination countries of Indonesian essential oils (United States, India, France, China, and Singapore) using the Revealed Comparative Advantage (RCA) analysis method, based on comparative advantage analysis, Indonesia's essential oil position commodities are said to be strongly competitive because Indonesia's essential oil commodities have a comparative advantage or RCA>1 value in all major export destination countries that are the object of research, with the highest competitiveness between Indonesia and France. This happens because of the trend of export value that decreases from year to year and the market is less dynamic. Indonesian essential oil commodities can be declared quite strongly competitive but development is still needed so that Indonesian essential oil commodity products are increasingly in demand in export destination countries so that export market share increases consistently from year to year and Indonesian essential oil commodities are increasingly competitive.

Jurnal Hutan Tropika, 2022
Penanaman pohon pada sektor swasta dewasa ini menjadi salah satu nilai penting didalam keseriusan... more Penanaman pohon pada sektor swasta dewasa ini menjadi salah satu nilai penting didalam keseriusan perusahaan dalam mengurangi emisi karbon, salah satunya berkaitan dengan Carbon offset yang merupakan serapan energi berkelanjutan untuk mengimbangi penggunaan bahan bakar fosil yang menghasilkan karbon, sehingga monitoring/ inventarisasi keberadaan pohon yang ditanam oleh perusahaan sangat penting untuk dilakukan. Inventarisasi pohon menjadi salah satu kegiatan periodik yang dilakukan guna untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan dari pohon yang di tanaman oleh perusahaan. Umumnya inventarisasi yang dilakukan masih menggunakan tally sheet, akan tetapi memiliki efektifitas yang rendah dalam hal tabulasi data sehingga diperlukan satu terobosan untuk menunjang efektifitas inventarisasi tersebut. Jejak.in merupakan salah satu platfom digital yang mengembangkan pemantauan pohon dan jejak karbon berbasis digital (aplikasi android) sehingga perlu untuk dilakukan uji implementasi dalam perpektif efektifitas. Penelitian ini dilakukan di Taman Keanekaragaman hayati (KEHATI) PT. Tirta Investama Pabrik Klaten/ AQUA Klaten Kecamatan Polanharjo, Desa Wangen dan Ponggok dengan durasi waktu 1 bulan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode sensus yang artinya total keseluruhan pohon di Taman KEHATI AQUA Klaten diambil secara menyeluruh dan merata. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunakan aplikasi Jejak.in mampu memberikan efektifitas pengambilan data dan memberikan informasi secara lengkap pada luasan 4,86 Ha dengan total 1048 Pohon yang terdiri dari 59 spesies dengan kesehatan pohon kondisi baik sebanyak 958 pohon, kering sebanyak 26 pohon, terkena hama sebanyak 61 pohon, kondisi mati sebanyak 3 pohon, sedangkan pada taksiran stok karbon di Taman KEHATI AQUA Klaten pada 5 tahun mendatang (2026) sebesar 40,003 Gt .

Agritech: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 2022
Land regrouping is an attempt to increase productivity through land clustering. The location of t... more Land regrouping is an attempt to increase productivity through land clustering. The location of the research was determined by purposive sampling method in five target areas of Gempolkrep Sugar Factory. The t-test was used to compare the income between regrouping and non-regrouping farmers. The comparison components are: 1) production costs; 2) labor costs; 3) sugar input; 4) molasses input 5) total input; and 6) total income. To support the results, multiple linear regression analysis and farm feasibility analysis (RC ratio and BEP) were used. The variables used include: X1) labor wages; X2) land rent value; X3) seed price; X4) phonska price; X5) ZA price; x6) amegrass price; X7) the price of sidamin; X8) fix input in the form of land area and XD) Dummy (regrouping and non-regrouping). The results of the t-test showed that there was a significant difference in labor costs. While the other components did not show a significant difference. Multiple linear regression analysis showed a positive regression coefficient value, but based on the significance value, the impact of land regrouping had no significant effect on farmers' income. Based on the results of the analysis, only the land lease variable (X2) was declared significant at the 99% confidence level. The increase in land rental costs can be caused by land expansion which has implications for sugarcane production and farmers' income. Meanwhile, the results of the feasibility analysis using the RC ratio and BEP showed that there was no significant difference between regrouping and non-regrouping. The land regrouping at the Gempolkrep Sugar Factory has not been successful due to the lack of available land area. However, regrouping attempts have been successfully carried out in several private sugar factories in Indonesia, such as PT MSM, PT SMS, PT TBLA (Sugar Group), and PT GMP.

Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi, 2022
The high production and lack of post-harvest handling of salacca, can make the damage to fresh fr... more The high production and lack of post-harvest handling of salacca, can make the damage to fresh fruits after harvest higher, which is due to changes in the physiological and chemical components of foodstuffs. An effort that can be made to overcome post-harvest damage is to process salacca into processed products, namely into jam. The combination of salacca and moringa leaves into jam will provide innovation and knowledge about the use of moringa leaves into a processed product. This study aims to study the effect of the comparison of salacca fruit and moringa leaves with variations in the addition of granulated sugar so as to produce a good moringa-salacca jam and is liked by consumers. This study used a 2-factor Complete Block Design (RBL). The first factor is the ratio of salacca fruit and moringa leaves (A) with 3 levels, namely: A1 = 90: 10%, A2 = 80:20%, A3 = 70:30%. The second factor is the variation in the addition of granulated sugar (B) with 3 levels, namely: B1 = 20%, B2 = 30%, B3 = 40%. The resulting jam was analyzed for moisture content, crude fiber, fat, reduction sugar, and calcium. Variations in the addition of granulated sugar affect the moisture content, but do not affect the content of crude fiber, fat, reduction sugar, calcium. Moringa salak jam with the best results is found in the ratio of salacca fruit and moringa leaves A1 = 90:10% with a moisture content of 60.72%, crude fiber 3.30%, fat 0.32%, sugar reduction 1.80%, calcium 1.05%.

4th International Conference on Cybernetics and Intelligent System (ICORIS), 2023
In this era of digital world information, farmers face challenges about information management of... more In this era of digital world information, farmers face challenges about information management of huge data and the complexity of processes in precision farming. The data collection carried out so far can cause several difficulties, especially if the data is needed by the government or academics to support decision-making. Agricultural data collection applications only cover 12% of the market share of Androidbased agriculture-based applications. In this study, Tani Milenial application is present as an alternative to support agricultural data collection activities in Indonesia. This application encourages farmers to be active and contribute independently to their role as subjects of agricultural development and is accustomed to digitally recording their agricultural activities. In this developed application system, the community, especially farmers and farmer groups, will find it easier to get information about agricultural potential data around where they carry out agricultural activities and can access this information online. Tani Milenial works as a guide to help farmers and transform agriculture but still have some gaps which should be checked and removed. The data collected can be used by various parties for research and decision-making. The app can be further improved to develop new features related to education, market information, and goods.

Seminar Nasional Instiper, 2022
Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi lipbalm dari Palm Kernel Oil (PKO) dan Virgin Coconut ... more Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi lipbalm dari Palm Kernel Oil (PKO) dan Virgin Coconut Oil (VCO) dengan penambahan ekstrak daun sirih merah, serta mengetahui karakteristik sifat fisik dan kimia dari lipbalm yang dihasilkan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Blok Lengkap (RBL) dengan dua faktor yang terdiri atas 3 taraf . Faktor pertama yaitu perbandingan penambahan PKO dan VCO dengan taraf: F1=40:20%b/b, F2 = 20:40%b/b dan F3 = 30:30%b/b. Faktor kedua yaitu penambahan ekstrak daun sirih merah dengan taraf: P1= 4%b/b, P2= 3%b/b dan P3= 2% b/b. Sebanyak 5,4 gr carnauba wax ditimbang dan dipanaskan di atas hotplate pada suhu 60-65o C hingga meleleh, lalu tambahkan 4,8 gr beeswax, aduk hingga homogen. Setelah itu tambahkan PKO dan VCO sesuai dengan variabel, aduk kembali, lalu tambahkan ekstrak daun sirih merah sesuai dengan variabel, aduk hingga homogen. Selanjutnya dilakukan analisis aktivitas antioksidan, kadar lemak, kadar air, vitamin E, pH, titik leleh, kelembaban dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan PKO dan VCO berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan, titik leleh, vitamin E, kelembaban, pH, kadar air dan kadar lemak, Penambahan ekstrak daun sirih merah berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan, vitamin E dan kadar lemak. Adapun lipbalm yang dihasilkan memiliki kelembaban yang baik serta memberikan warna kilap pada bibir sehingga tampak sehat alami.

Seminar Nasional Instiper, 2022
Keberadaan inisiasi pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Prambanan merupakan salah sa... more Keberadaan inisiasi pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Prambanan merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap keseimbangan ekosistem salah satunya berkaitan dengan menjaga keanekaragaman hayati yang memiliki peranan penting bagi keseimbangan sumberdaya alam. Dari berbagai identifikasi masalah yang menjadi temuan lapangan maka secara konsep dan strategi problem solving menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, dan Threat dimana metode ini akan menghasilkan strategi yang dapat diimplementasikan sebagai acuan dasar penentuan lokasi dan pengelolaan Taman KEHATI Prambanan. Berdasarkan hasil Analisis SWOT diperoleh kekuatan utama dari Taman KEHATI Prambanan adalah lokasi yang strategis dan aksesibilitas yang mudah dijangkau. Peluang utama yang dapat diusahakan adalah integrasi Taman KEHATI dengan area factory visit. Sementara untuk kelemahan utama adalah jumlah vegetasi dan sarana prasarana yang masih sangat minim, disisi ancaman yang harus diperhatikan adnaya potensi konflik lahan dengan warga sekitar karena lokasinya yang berdampingan langsung dengan lahan pertanian warga lokal. Perencanaan strategis yang dilakukan antara lain: pembangunan Taman KEHATI mengangkat tema pertanian organic integrative dengan masyarakat, membuat media informasi Taman KEHATI Prambanan, melakukan kegiatan yang bersifat pemberdayaan masyarakat, melakukan biodiversity monitoring untuk update status keanekaragaman flora dan fauna, edukasi dan penyadartahuan tentang Taman KEHATI Prambanan, dan pembentukan kelembagaan dalam pengelolaannya. Taman KEHATI selain berkontribusi kepada lingkungan juga diperlukan untuk urgensi pemeringkatan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) yang dapat memberikan informasi terkait kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan. Taman KEHATI dinilai sangat diperlukan karena merupakan suatu sumber pembaharuan untuk kawasan hijau/penghijauan yang secara langsung atau tidak langsung dapat berkontribusi terhadap unsur konservasi dimasa depan.

Seminar Nasional Instiper 2022, 2022
Minyak nabati memiliki karakteristik yang unik pada viskositas dan titik lelehnya. Perbedaan komp... more Minyak nabati memiliki karakteristik yang unik pada viskositas dan titik lelehnya. Perbedaan komposisi penyusun asam lemak dapat menghasilkan karakteristik viskositas dan kemampuan meleleh yang bervariasi. Pencampuran pada dua jenis minyak yang berbeda dapat menghasilkan karakteristik yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek rasio pencampuran antara minyak sawit merah dan minyak jagung terhadap karakteristik viskositas dan titik lelehnya. Terdapat lima jenis rasio campuran minyak sawit merah dan minyak jagung yang diukur viskositasnya yaitu A1 (70:30); A2 (60:40); A3 (50:50); A4 (40:60); A5 (30:70). Pengukuran viskositas dilakukan pada suhu 4, 29 dan 44 ºC. Analisis titik leleh menggunakan instrumen Differential Scanning Calorimetry (DSC) dilakukan pada tiga rasio campuran yaitu A1, A3 dan A5. Hasil pengukuran viskositas menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu maka semakin menurun viskositas campuran minyak. Perbedaan rasio campuran mempengaruhi karakteristik viskositas pada tiap-tiap suhu pengukuran. Campuran minyak dengan rasio minyak jagung yang lebih tinggi cenderung menggeser titik leleh menjadi lebih rendah. Titik leleh pada rasio pencampuran A1 berkisar antara 1.91 – 18.45 ºC, A3 berkisar pada -0.36 18,29 ºC, dan A5 berkisar antara -2,87 – 16,42 ºC

Seminar Nasional Instiper 2022, 2022
Pupuk organik dicirikan dengan kandungan C yang tinggi, umumnya pupuk organik diperoleh dari komp... more Pupuk organik dicirikan dengan kandungan C yang tinggi, umumnya pupuk organik diperoleh dari kompos baik dari sisa tanaman ataupun hewan. Bahan baku alternatif yang mempunyai kandungan C yang tinggi diantaranya Batubara muda, pupuk organic Carbontiliser berbasis batubara memiliki kandungan C 69 %, H 5,5 %, O 25 %, N 0,5 %, P2 O 0,04 % dan K2 O 0,36 %. Dengan pemberian pupuk organik plus dari batubara ini diharapkan dapat meningkatkan pH tanah karena asam humat mempunyai kemampuan dalam mencengkram (chelate) sehingga memiliki kemampuan sebagai pengikat kation yang dapat menahan ion NH 4 + dan K + yang terdapat dalam tanah. Optimalisasi lahan ini ditujukan untuk dapat memaksimalkan potensi lahan yang selama ini sangat jarang diperhatikan. Kerusakan lahan akibat penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus akan menimbulkan degradasi lahan secara sistematis dan dinamis sehingga kualitas lahan tadi berkurang dan optimalisasi lahan dengan tahapan reklamasi tidak terjadi secara baik dan benar. Penelitian ini menggunakan bibit Srinuk dengan metode multimode parameter dimana parameter pengamatan terdiri dari 2 aspek yaitu tanaman dan tanah dilahan tempat penelitian. Pada parameter tanaman, pengamatan yang dilakukan adalah tinggi tanaman dan klorofil pada masa fase vegetative tanaman padi yang diteliti, kemudian pada parameter tanah, pengamatan yang dilakukan adalah pH tanah, TDS (Total Dissolve Solids), dan suhu tanah. Hasil penelitian pada padi varietas Srinuk pada parameter pertumbuhan dan tanah pemberian pupuk organic Carbontiliser memberikan hasil yang baik kemudian proyeksi potensi produksi lebih tinggi dari hasil saat ini. Hal ini menjadikan optimaliassi lahan sawah pada penelitian dapat dijadikan salahsatu patokan sebagai penentu Good Management Practice.

Biofoodtech, 2022
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh formula rempah dan pewarna alami terhadap sif... more Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh formula rempah dan pewarna alami terhadap sifat-sifat fisik dan kimia teh rempah yang dihasilkan, serta menemukan dan menganalisa formulasi yang paling disukai dan memiliki aktivitas antioksidan yang paling tinggi. Rancangan penelitian ini menggunakan metode rancangan blok lengkap yang terdiri dari dua faktor. Faktor A merupakan komposisi dari bahan rempah (95% dari 1,9 gram berat total) yang terdiri dari empat taraf yaitu A1 (jahe 10%, pala 20%, kayu manis 20%, cengkeh 5%, sereh 15%, kapulaga 25%), A2 (jahe 15%, pala 10%, kayu manis 25%, cengkeh 10%, sereh 20%, kapulaga 15%), A3 (jahe 20%, pala 10%, kayu manis 15%, cengkeh 15%, sereh 25%, kapulaga 10%), A4 (jahe 15%, pala 10%, kayu manis 20%, cengkeh 25%, sereh 20%, kapulaga 5%) dan faktor B merupakan jenis pewarna alami (5% dari 0,1 gram berat total) yang terdiri dari atas tiga taraf.yaitu B1 (bunga rosella 5%), B2 (umbi bit 5%), B3 (bunga telang 5%). Untuk menentukan kualitas teh rempah, maka dilakukan uji sifat kimia (aktivitas antioksidan, kadar air, dan kadar abu), uji fisik (uji warna Munsell), dan uji organoleptik (kesukaan warna, rasa, dan aroma). Hasil penelitian ini diketahui bahwa formulasi bahan rempah dan penambahan pewarna alami berpengaruh nyata terhadap kandungan aktivitas antioksidan, kadar air, dan uji kesukaan organoleptik tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu dan uji warna Munsell sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat interaksi antara formulasi rempah dengan penambahan warna alami terhadap uji aktivitas antioksidan dan uji kesukaan organoleptik. Hasil penelitan lainnya juga diketahui bahwa terdapat interaksi terhadap uji aktivitas antioksidan dan uji organoleptik (kesukaan warna, rasa, dan aroma). Skor kesukaan organoleptik terbesar yaitu 6,37 (suka) yang terdapat pada sampel A3B1 yang terdiri dari jahe 20%, pala 10%, kayu manis 15%, cengkeh 15%, sereh 25%, kapulaga 10%, dan bunga rosella sebanyak 5%. Sampel A3B1 memiliki aktivitas antioksidan 58,5946%, kadar air 20,8691%, kadar abu 2,4266%, dan uji warna Munsell 84,5. Adapun rerata kadar air secara keseluruhan 22,7655% (tidak memenuhi SNI) dan rerata kadar abu keseluruhan 2,6520 % (memenuhi SNI).

Jurnal Litbang Industri, 2022
Crude biodiesel needs to go through purification process, to meet international biodiesel specifi... more Crude biodiesel needs to go through purification process, to meet international biodiesel specifications.. The widely used adsorption column is in the form of a fixed bed column, where the contents of the column are stacked in a mess. This makes the adsorbent difficult to clean and fill, and irregular adsorbent accumulation can hinder the flow of the fluid to be purified. In this study, an adsorption column with a portable circulation system used to observe the influence of circulation and adsorption level on the purity of biodiesel. Main equipment of this research is a portable adsorption biodiesel purification device. The column consists of: top distributor, packed bed and bottom collector. The tool is made of 3D printed polymer material. At the bottom of the tower there is a buffer tank and a pump for circulating the biodiesel to be purified. The results showed that some analytical parameters based on the results of t-test, namely: density, acid value, saponification and yellowish-blue tendency, there are significant differences between the results before and after purification. For all the parameters analyzed in this study, the number of stages and fluid circulation gave significantly different results. The results of methyl ester analysis confirmed this, where the more cycles in the column, the higher the methyl ester peak produced. As number of cycles in the adsorption column increases, peak area of the methyl ester produced becomes wider, which can be explained by the ability of column and its packing materials to filter impurities present in column.
Uploads
Papers by Prasanto Bimantio